Metodologi & Batasan
Halaman ini menjelaskan dari mana angka di peta berasal, bagaimana kami menghitungnya, dan — yang sama pentingnya — apa yang tidak bisa disimpulkan darinya.
Satu kalimat yang wajib diingat redaksi: titik panas (hotspot) adalah deteksi anomali suhu oleh sensor satelit — bukan konfirmasi bahwa ada kebakaran hutan. Sebuah titik bisa berasal dari pembakaran lahan terkendali, tungku industri, suar gas (gas flare) kilang minyak, atau permukaan yang sangat panas.
1. Sumber data
- Titik panas: NASA FIRMS, sensor VIIRS 375 m dari tiga satelit — NOAA-20, NOAA-21, dan Suomi-NPP (produk near real-time).
- Batas provinsi: GeoJSON batas administratif Indonesia (turunan BIG/GADM), disederhanakan menjadi ±235 KB agar ringan di perangkat mobile.
- Peta dasar: CARTO Positron, di atas data OpenStreetMap.
Cakupan pemindaian: kotak koordinat 94°–142° BT dan 12° LS–7° LU, satu periode (24 jam terakhir saat data diambil).
2. Dari koordinat ke provinsi
NASA FIRMS hanya memberi koordinat, bukan nama wilayah. Kami menentukan provinsi setiap titik lewat uji point-in-polygon terhadap batas administratif, diproses saat build — bukan saat halaman dibuka. Tidak ada server, tidak ada panggilan API eksternal saat Anda membuka peta ini.
Toleransi pesisir: presisi VIIRS ±375 m sedangkan garis pantai pada peta batas lebih kasar, sehingga titik di tepi pantai bisa jatuh "di laut". Titik yang berada dalam radius ±5,5 km dari daratan tetap kami klaim ke provinsi terdekat.
3. Formula Indeks Keparahan (IK)
Jumlah titik saja menyesatkan: 100 titik lemah tidak sama dengan 20 titik yang membakar besar. Karena itu peringkat "terparah" memakai energi api terbobot, bukan jumlah titik.
Langkah 1 — bobot keyakinan
| Tingkat keyakinan | Bobot (w) |
|---|---|
| Tinggi (high) | 1,0 |
| Sedang (nominal) | 0,6 |
| Rendah (low) | 0,3 |
Langkah 2 — energi provinsi
Langkah 3 — normalisasi ke skala 0–100
Emaks adalah energi provinsi tertinggi pada hari itu. Konsekuensinya: IK bersifat relatif harian — provinsi teratas selalu mendekati 100. IK 90 hari ini dan IK 90 minggu lalu belum tentu tingkat kebakaran yang sama. Perbandingan antar-hari baru valid setelah data historis tersedia (Fase 3).
4. Ambang dan klasifikasi
Intensitas tinggi = FRP ≥ 20 MW. Ambang ini dipakai konsisten di seluruh produk.
| FRP | Label di peta | Warna |
|---|---|---|
| < 5 MW | Sinyal lemah | Sedang |
| 5 – 20 MW | Sedang | Sedang |
| 20 – 100 MW | Kuat | Kuat |
| > 100 MW | Sangat kuat | Sangat kuat |
5. Batasan yang harus disebut di artikel
- Bukan konfirmasi kebakaran. Verifikasi lapangan (BPBD/Manggala Agni) tetap wajib sebelum menyebut "kebakaran".
- Awan menyembunyikan api. Angka nol pada suatu provinsi bisa berarti tidak ada api, atau satelit tidak bisa melihat menembus awan tebal. Musim hujan menekan angka secara artifisial.
- Hanya dua lintasan per hari per satelit. Api yang menyala dan padam di antara lintasan tidak terekam.
- Satu titik ≠ satu kebakaran. Satu kebakaran besar bisa memicu puluhan piksel terdeteksi; jumlah titik bukan jumlah kejadian.
- Angka nasional hanya wilayah Indonesia. Kotak pemindaian melewati Malaysia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Australia utara. Titik di luar wilayah Indonesia dikeluarkan dari total nasional dan dilaporkan terpisah.
- Batas provinsi versi lama. Data batas yang dipakai belum memecah Papua menjadi provinsi-provinsi hasil pemekaran 2022 (Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya). Titik di wilayah itu masih dihitung sebagai "Papua" atau "Papua Barat".
- Data NRT belum final. Produk near real-time bisa direvisi NASA saat pemrosesan standar selesai.
6. Waktu
NASA mencatat waktu dalam UTC. Semua waktu yang ditampilkan sudah dikonversi ke zona waktu provinsi bersangkutan (WIB/WITA/WIT) saat build. Label "lintasan berikut" adalah perkiraan berdasarkan jadwal umum VIIRS (±01.30 dan ±13.30 waktu lokal), bukan prediksi orbit presisi.
7. Yang belum ada (peta jalan)
- Fase 2: kabupaten/kota, status lahan gambut, kawasan hutan, konsesi — via enrichment Global Forest Watch.
- Fase 3: riwayat harian → perbandingan "naik/turun vs kemarin", tab "Naik cepat", dan grafik tren 7 hari.
- Fase 4: indeks bahaya kebakaran (GWIS FWI) dan sebaran asap PM2.5 (CAMS).