Metodologi & Batasan
Halaman ini menjelaskan dari mana angka di peta berasal, bagaimana kami menghitungnya, dan — yang sama pentingnya — apa yang tidak bisa disimpulkan darinya.
Satu kalimat yang wajib diingat redaksi: titik panas (hotspot) adalah deteksi anomali suhu oleh sensor satelit — bukan konfirmasi bahwa ada kebakaran hutan. Sebuah titik bisa berasal dari pembakaran lahan terkendali, tungku industri, suar gas (gas flare) kilang minyak, atau permukaan yang sangat panas.
1. Sumber data
- Titik panas: NASA FIRMS, sensor VIIRS 375 m dari tiga satelit — NOAA-20, NOAA-21, dan Suomi-NPP (produk near real-time).
- Batas provinsi (ADM1): GeoJSON batas administratif 34 provinsi Indonesia dari geoBoundaries gbOpen (IDN-ADM1-65028918, sumber OpenStreetMap/Wambacher, lisensi Open Data Commons Open Database License 1.0 / ODbL 1.0, sitasi Runfola et al., 2020), disederhanakan menjadi ±235 KB agar ringan di perangkat mobile.
- Batas kabupaten/kota (ADM2): GeoJSON batas 519 kabupaten/kota Indonesia dari geoBoundaries gbOpen (IDN-ADM2-22746128, sumber Badan Pusat Statistik / BPS, WFP, OCHA ROAP, lisensi Creative Commons Attribution 3.0 IGO / CC BY 3.0 IGO, sitasi Runfola et al., 2020). Berkas ini disimpan luring di repositori (±25 MB) dan diproses saat build tanpa beban jaringan ke klien.
- Peta dasar: CARTO Positron, di atas data OpenStreetMap.
Cakupan pemindaian: kotak koordinat 94°–142° BT dan 12° LS–7° LU, satu periode (24 jam terakhir saat data diambil).
2. Dari koordinat ke provinsi dan kabupaten/kota
NASA FIRMS hanya memberi koordinat, bukan nama wilayah. Kami menentukan provinsi dan kabupaten/kota setiap titik lewat uji point-in-polygon (PIP) terhadap batas administratif, diproses saat build — bukan saat halaman dibuka. Tidak ada server, tidak ada panggilan API eksternal saat Anda membuka peta ini.
Toleransi pesisir: presisi VIIRS ±375 m sedangkan garis pantai pada peta batas lebih kasar, sehingga titik di tepi pantai bisa jatuh "di laut". Titik yang berada dalam radius ±5,5 km (0,05 derajat) dari daratan tetap kami klaim ke provinsi dan kabupaten terdekat di provinsi tersebut. Titik di luar batas toleransi pesisir secara tegas ditandai sebagai pesisir / luar batas kabupaten tanpa penetapan spekulatif (no false assignment).
3. Kebijakan konteks lahan & integritas jurnalisme
Produk ini tidak menampilkan lapisan lahan gambut, kawasan hutan, maupun konsesi/HGU — tidak sebagai peta, angka, maupun kartu status di panel provinsi. Informasi kepemilikan lahan dan tutupan ekosistem memerlukan ketelitian hukum yang tinggi, dan selama sumber datanya belum terverifikasi secara legal maupun teknis kami memilih tidak menampilkan apa pun ketimbang menampilkan tempat kosong yang menyerupai fitur:
- Lahan gambut & kawasan hutan: Belum ada poligon berlisensi terbuka yang dapat kami olah luring tanpa melanggar ketentuan lisensi, sehingga tidak ada angka gambut atau kawasan hutan yang kami hitung maupun tampilkan. Rujukan otoritatif bagi pembaca yang ingin memverifikasi sendiri: Peta Indikatif Restorasi Gambut (BRGM), Pantau Gambut, dan Basis Data Geospasial SIGAP KLHK.
- Konsesi perkebunan & kehutanan: Lapisan konsesi Global Forest Watch (GFW) memiliki klausul lisensi khusus
CC BY 4.0 (excluding Indonesia)dan berstatus View Only / Not Downloadable untuk wilayah Indonesia. Pemerintah Indonesia (KLHK/ATR-BPN) juga belum menyediakan API publik terbuka berlisensi bebas untuk batas HGU dan konsesi aktif. - Asas praduga tak bersalah & kausalitas: Keberadaan titik panas di dalam area konsesi bukan bukti bahwa korporasi atau pemilik konsesi membakar lahan secara sengaja. Titik panas bisa merembet dari luar batas izin, kebakaran bawah tanah (smouldering), atau dipicu pihak ketiga. Sistem ini tidak menampilkan tuduhan kausalitas otomatis dan tidak mengaitkan titik panas dengan nama entitas usaha mana pun.
4. Formula Indeks Keparahan (IK)
Jumlah titik saja menyesatkan: 100 titik lemah tidak sama dengan 20 titik yang membakar besar. Karena itu peringkat "terparah" memakai energi api terbobot, bukan jumlah titik.
Langkah 1 — bobot keyakinan
| Tingkat keyakinan | Bobot (w) |
|---|---|
| Tinggi (high) | 1,0 |
| Sedang (nominal) | 0,6 |
| Rendah (low) | 0,3 |
Langkah 2 — energi provinsi
Langkah 3 — normalisasi ke skala 0–100
Emaks adalah energi provinsi tertinggi pada hari itu. Konsekuensinya: IK bersifat relatif harian — provinsi teratas selalu mendekati 100.
5. Metodologi perbandingan tren (Coverage-Comparable Gating)
Banyak sistem pemantauan keliru membandingkan data hari ini dengan kemarin tanpa memeriksa kesetaraan sensor. Jika kemarin satu satelit gagal mengirim data dan hari ini ketiga satelit normal, jumlah titik akan melonjak secara semu (false surge).
Pantau Titik Panas menerapkan prinsip Coverage-Comparable Gating:
- Kelengkapan sensor identik: Delta vs kemarin dan tren historis hanya dihitung apabila snapshot pembanding memiliki susunan sensor yang identik (misal sama-sama NOAA-20, NOAA-21, Suomi-NPP) dengan nol kegagalan sumber.
- Jendela waktu & ambang sama: Rentang jam akuisisi (48 jam) dan tingkat keyakinan (nominal) harus sama persis.
- Status "Tidak tersedia", bukan nol: Jika snapshot kemarin tidak memenuhi syarat komparabilitas, sistem secara eksplisit menampilkan label Tidak tersedia (N/A) — bukan angka 0 atau penurunan semu 100%.
- Tab "Naik cepat": Mengurutkan provinsi berdasarkan kenaikan titik bersih (delta positif terbesar) terhadap periode sebanding 24 jam sebelumnya.
6. Ambang dan klasifikasi intensitas
Intensitas tinggi = FRP ≥ 20 MW. Ambang ini dipakai konsisten di seluruh produk.
| FRP | Label di peta | Warna |
|---|---|---|
| < 5 MW | Sinyal lemah | Sedang |
| 5 – 20 MW | Sedang | Sedang |
| 20 – 100 MW | Kuat | Kuat |
| > 100 MW | Sangat kuat | Sangat kuat |
7. Batasan yang harus disebut di artikel
- Bukan konfirmasi kebakaran. Verifikasi lapangan (BPBD/Manggala Agni) tetap wajib sebelum menyebut "kebakaran".
- Awan menyembunyikan api. Angka nol pada suatu provinsi bisa berarti tidak ada api, atau satelit tidak bisa melihat menembus awan tebal. Musim hujan menekan angka secara artifisial.
- Hanya dua lintasan per hari per satelit. Api yang menyala dan padam di antara lintasan tidak terekam.
- Satu titik ≠ satu kebakaran. Satu kebakaran besar bisa memicu puluhan piksel terdeteksi; jumlah titik bukan jumlah kejadian.
- Angka nasional hanya wilayah Indonesia. Kotak pemindaian melewati Malaysia, Papua Nugini, Timor-Leste, dan Australia utara. Titik di luar wilayah Indonesia dikeluarkan dari total nasional dan dilaporkan terpisah.
- Batas provinsi versi lama. Data batas yang dipakai belum memecah Papua menjadi provinsi-provinsi hasil pemekaran 2022 (Papua Selatan, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Barat Daya). Titik di wilayah itu masih dihitung sebagai "Papua" atau "Papua Barat".
- Data NRT belum final. Produk near real-time bisa direvisi NASA saat pemrosesan standar selesai.
8. Waktu
NASA mencatat waktu dalam UTC. Semua waktu yang ditampilkan sudah dikonversi ke zona waktu provinsi bersangkutan (WIB/WITA/WIT) saat build. Label "lintasan berikut" adalah perkiraan berdasarkan jadwal umum VIIRS (±01.30 dan ±13.30 waktu lokal), bukan prediksi orbit presisi.
9. Status implementasi & peta jalan
- Fase 1 (Aktif): Agregasi 3 satelit VIIRS 375m, Indeks Keparahan energi api terbobot, peta titik interaktif statis.
- Fase 2 (Aktif): Pengayaan ADM2 519 kabupaten/kota luring (geoBoundaries gbOpen) dan sub-peringkat kabupaten per provinsi.
- Fase 3 (Aktif): Snapshot riwayat harian berintegritas tinggi, perbandingan delta vs kemarin dengan coverage-comparable gating, tab peringkat "Naik cepat", dan tren 7 hari.
- Fase 4 (Mendatang): Indeks bahaya kebakaran (GWIS FWI), sebaran asap PM2.5 (CAMS), dan konteks lahan — yang terakhir hanya bila tersedia poligon resmi berlisensi terbuka yang dapat diverifikasi secara legal dan teknis.